Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2020

PPN (PURA PURA NIKAH) : PART 15

"Could you do that?"  tanyaku masih dengan pandangan berharap pada lelaki di dekatku. "Do...what?"  Ia bertanya balik padaku. Aku dapat merasakan ia juga gugup. Aku pun berpikir sebentar sebelum melanjutkan, "Tetap...jadi tunanganku?" Ah, Ameera! Apa yang sudah kau lakukan?? Jeritku dalam hati. Saat itu juga aku merasa menjadi makhluk yang paling tidak punya harga diri, tidak tahu malu bahkan sudah menjilat ludah sendiri hanya agar diriku tak terlihat menyedihkan di mata lelaki bernama Dion Saputra. Aku sendiri tak mau berakhir seperti ini! Faheem membuatku semakin gugup karena ia tak segera menjawab pertanyaanku, hanya menatapku dalam diam. Pikiran buruk pun segera bersliweran dalam benakku.  Apa ia akan setuju? Atau sekarang ia merasa di atas angin setelah penolakan berkali-kali dariku? Aku menunggu sembari harap-harap cemas. "Okay,"  jawabnya enteng. Aku terkesiap sebentar.  "O...okay?" Lelaki itu menggidikkan bahunya membuatku berna...

PPN (PURA PURA NIKAH) : PART 14

Aku mengetuk-ketuk tanpa henti pintu toilet yang bergambar icon wanita itu dengan maksud agar Ameera yang ada di dalam segera keluar karena jengah. Namun usahaku tampaknya sia-sia sampai akhirnya seorang staff cleaning service perempuan, menegurku dengan tatapan antara sungkan dan sedikit curiga. "Pak Faheem...," Aku menoleh ke asal suara dan berasa bak penjahat cabul tertangkap basah. Namun dalam hati sempat aku bertanya-tanya dari mana ia tahu namaku. Apa aku setenar itu di kantor? "Ya?" Sudah pasti aku memasang muka tak bersalahku yang tampan ini. "Ini toilet perempuan, Pak," ujar perempuan tersebut. N enek - nenek  juga tahu kali kalau ini toilet wanita , dumelku sedikit kesal. Tapi aku paham mengapa ia bereaksi seperti itu karena itu aku pun tersenyum sok kikuk. "Maaf, Mbak. Masih ngantuk jadi salah lihat," jawabku sambil beringsut menuju pintu serupa tapi tak sama yang ada di sebelah kanannya. Aku pun berpura-pura hendak masuk agar mbak ter...