Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2020

PPN (PURA PURA NIKAH) : PART 3

I still need something called process or it will mean nothing! *** "Gak mau, ah!" Sergahku pada Rika sambil menggeleng kuat-kuat. Temanku itu langsung mengerucutkan bibirnya tanda protes. "Sekali aja!" Ujarnya kali ini sedikit memaksa. Aku menggeleng lebih kuat sambil menggeser kursi kerjaku menjauh darinya membuatnya semakin cemberut. "Kamu tuh dibantuin malah nolak terus! Ya udah terserah!" Rajuknya sambil kembali ke meja kerjanya. Beberapa hari belakangan ini Rika memang punya hobi baru, yaitu mengenalkan seluruh teman berjenis kelamin lelaki yang ada di kontak ponselnya kepadaku. Dan selalu berakhir dengan penolakan dariku yang sepertinya mulai membuatnya kesal. Bukan apa-apa, aku bukanlah tipe perempuan yang bisa dekat dengan waktu sesingkat itu. Walaupun pernikahan sepupuku sekitar tiga minggu lagi tapi  I still need something called process or it will mean nothing! Called me old fashion, or maybe I am,  tapi itulah aku. Menikmati segala sesuatunya m...

PPN (PURA PURA NIKAH) : PART 2

I just don't believe in love... *** Pelan tapi pasti, kesadaranku mulai terkumpul. Apalagi dengan sinar matahari yang langsung menyeruak masuk melalui celah gorden kamarku yang tampaknya semalam tidak tertutup rapat, menerpa ke arah mataku. Kubuka perlahan keduanya seraya melindunginya dengan mengangkat telapakku. Setelah cukup sadar untuk bergerak, aku pun menopang perlahan tubuhku dengan siku. Dengan mata yang masih tertutup sebelah, aku mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan yang kemudian berhenti di sisi sebelah kiriku.  Kosong.  Mungkin ia sedang mandi , pikirku sembari bangkit untuk duduk di pinggiran tempat tidur. Setelah mataku terbuka sempurna, aku pun meraih kaosku yang tercecer di lantai tempat kakiku berpijak lalu segera berjalan menuju kamar mandi untuk memastikan yang aku cari ada di dalam sana. Namun sepertinya tanda-tanda orang sedang melakukan aktivitas tidak terdengar dari dalam ruangan itu. Dan benar saja, saat aku membuka pintunya, aku tak menemukan siapa...

PPN (PURA PURA NIKAH) : PART 1

Let the pain be a lesson *** "Aduuuhh," desisku sambil memandang gelisah pada layar ponsel yang ada di tangannku, membuat Rika, teman satu kontrakan sekaligus satu divisi di kantor, menghentikan kegiatan membacanya. "Ada apaan, sih?" tanyanya sambil mencondongkan kepalanya penasaran. Hari ini adalah akhir minggu jadi kami sedang bersantai di kontrakan kami yang kecil namun nyaman itu. Rika sedang membaca buku favoritnya sementara aku juga membaca cerita favoritku tapi di platform  online . Biasanya kami rebahan di ruang tamu atau sama-sama duduk di sofa mungil kami yang kami beli dengan patungan. Namun melihat pesan  WhatsApp  dari ibuku, mendadak  mood- ku jadi hancur lebur bagaikan butiran debu. Aku hanya menghela nafasnya panjang diikuti bahuku yang turun melesu. "Udah lemes aja, kan baru juga gajian...," Sahut Rika ngawur, kembali menekuni kegiatannya yang terhenti. "Ish, bukan ituuu!" Tukasku sambil cemberut. Rika akhirnya meletakkan bukunya...