I still need something called process or it will mean nothing! *** "Gak mau, ah!" Sergahku pada Rika sambil menggeleng kuat-kuat. Temanku itu langsung mengerucutkan bibirnya tanda protes. "Sekali aja!" Ujarnya kali ini sedikit memaksa. Aku menggeleng lebih kuat sambil menggeser kursi kerjaku menjauh darinya membuatnya semakin cemberut. "Kamu tuh dibantuin malah nolak terus! Ya udah terserah!" Rajuknya sambil kembali ke meja kerjanya. Beberapa hari belakangan ini Rika memang punya hobi baru, yaitu mengenalkan seluruh teman berjenis kelamin lelaki yang ada di kontak ponselnya kepadaku. Dan selalu berakhir dengan penolakan dariku yang sepertinya mulai membuatnya kesal. Bukan apa-apa, aku bukanlah tipe perempuan yang bisa dekat dengan waktu sesingkat itu. Walaupun pernikahan sepupuku sekitar tiga minggu lagi tapi I still need something called process or it will mean nothing! Called me old fashion, or maybe I am, tapi itulah aku. Menikmati segala sesuatunya m...
Just another side of me, who like to write