Skip to main content

MTY (Married to You) : Behind The Scene



Apa tujuan kalian menulis?

Tanya salah satu mentor di grup Whatsapp belajar tentang nulis dan ngeblog yang sedang aku ikuti sekarang.

Hmmm, kenapa ya? Jadinya disuruh mikir, padahal dulu gak pernah kepikiran kenapa (aku juga orangnya males mikir hahaha). 

Aku dari dulu emang suka nulis, seingetku sih dari aku masih pake seragam putih merah. Cuman, lebih suka nulis yang gak nyata alias fiksi karena hobi ngayal yang aneh-aneh. Hehehe. Cuman aku punya kebiasaan jelek kalau bikin cerita. Belum nyelesaiin cerita yang ditulis tapi udah bikin baru, karena takut ide yang bermunculan keburu ilang. 

Cerita-ceritaku dulu banyaak tapi yang selesai bisa dihitung pake jari. Kalopun selesai, cuma di dalem otak aja gak pernah terealisasi wkwkwk. 

Nah kebiasaan jelek kedua adalah, males ngetiknya hihi. Padahal kalo mau bikin tulisan salah satu yang musti dikerjain ya nulis/ngetik kan yaaaa.

Tapi sekarang Alhamdulillah udah mulai menghilangkan kebiasaan-kebiasaan di atas, walaupun terkadang maksain pake banget haha. Kalaupun Ada ide memang aku tulis daripada hilang moment. Karena sukanya langsung di nulis platform yang khusus bikin cerita, aku simpen aja dulu sebagai draft di sana. 

Untuk saat ini, aku kalau nulis cerita aku publish di di wattpad (akunku ceritadsl, kalau punya akun di sana follow aku ya hehe). Join sekitar tahun 2016 kalo gak salah, cuman karena bingung sama tampilan apps-nya dan belum terbiasa akhirnya dilupakan sejenak. Nah pas temen-temen banyak yang mulai posting di sana, sekitar tahun 2018 aku buka lagi akun itu dan mulai posting satu cerita di sana. 

Judulnya "Married To You" (MTY) cuman satu part abis itu mandeg baru dilanjut tahun 2019 saking malesnya hahaha. Tapi sekarang alhamdulillah udah selesai! Yeaay! (yang mau baca boleh ya klik link ini - MTY)

Trus btw, gak nyambung ya isi sama pertanyaan awal tadi hahaha. 

Intinya sih, nulis ya nulis aja jangan ditunda-tunda. Apalagi nulis cerita. Soalnya kalo mood udah beda alurnya bisa beda hehehe. 

Semangat menulis!


Comments

  1. Hahahahaha,,, ntah knp jg aku koq demen usil dsini,, ( selain kepo pake bgth dg cerber nya)
    Nyambung nggak ya?! 🤔

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha. gak papa mbaaak . aku seneng dikepoin #eh

      Delete
  2. Replies
    1. yah tapi banyak yang nguap gitu aja mbak hihi.

      Delete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Siang Mbak Dibbie ..
    Penulisannya sudah runut dan jelas apa yang mau ditulis. Teruskan begitu ya?
    Hanya perlu lebih memperhatikan tata bahasa penulisannya untuk ke depan ya? Menulis dengan gaya bertutur seperti yang Mbak buat ini, sudah menjadi ciri khas Mbak. Ini, karena Mbak memang lebih nyaman untuk memilih fiksi sebagai genre tulisannya. Perluas terus ilmu di situ. Kalau perlu ikuti kelas-kelas untuk itu. Tujuannya cuma satu, agar kita lebih peka dengan apa yang kita tulis dan pesan-pesan yang ingin ditulis, tersampaikan dengan baik kepada pembaca.

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih reviewnya kak Irai. in Syaa Allah, segala saran dilaksanakan. Semangat menulis!

      Delete
  5. Sama nih kayak aku, tapi kayaknya aku lebih banyak ke puisi sih, nulis fiksi sudah lama lupa hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo mbak, dihidupkan lagiii ke-"alay"-an kita hahaha

      Delete
  6. Aku bangatt, heheheheh
    selalu menunda dan tak pernah kelarr,
    selalu judul baru dan ngayalnya jauhhh,
    Semangat mbk, semoga kali ini kita bisa konsisten, semangatttt

    ReplyDelete
    Replies
    1. semangatt! ayo kita belajar mengakhiri yang kita mulai. tsaaah hihi

      Delete
  7. Replies
    1. alhamdulillah kalau suka. semangat menulis yaa! dan membaca juga hehe

      Delete
  8. setuju ... kalau ditunda akhirnya nggak selesai selesai :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. beneer. entah berapa yang gak selesai terus menguap gitu ajah hihi. semangat nulis ya mbak!

      Delete
  9. Ah keren. Cuss dulu mau baca hehehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

PPN (PURA PURA NIKAH)

Ameera sakit hati dengan Dion, mantan calon suami, karena meninggalkannya begitu saja di saat mereka siap menikah membuatnya enggan memulai hubungan baru. Faheem, sang petualang cinta, menganggap cinta itu hanya menyulitkan dan selalu berakhir dengan kesedihan sehingga ia tak ingin terikat dengan namanya cinta dan komitmen,  Takdir Tuhan, mereka pun dipertemukan. Ameera dan Faheem sepakat (pura-pura) menikah untuk menyenangkan kedua belah pihak keluarga dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, tentu saja. Dion pun kembali dalam hidup Ameera dan tampak tidak tinggal diam saja sementara Faheem disibukkan dengan barisan para mantan yang tetap saja menggodanya. Akankah mereka tetap mempertahankan pernikahan (pura-pura) mereka? 

PPN (PURA PURA NIKAH) : PART 15

"Could you do that?"  tanyaku masih dengan pandangan berharap pada lelaki di dekatku. "Do...what?"  Ia bertanya balik padaku. Aku dapat merasakan ia juga gugup. Aku pun berpikir sebentar sebelum melanjutkan, "Tetap...jadi tunanganku?" Ah, Ameera! Apa yang sudah kau lakukan?? Jeritku dalam hati. Saat itu juga aku merasa menjadi makhluk yang paling tidak punya harga diri, tidak tahu malu bahkan sudah menjilat ludah sendiri hanya agar diriku tak terlihat menyedihkan di mata lelaki bernama Dion Saputra. Aku sendiri tak mau berakhir seperti ini! Faheem membuatku semakin gugup karena ia tak segera menjawab pertanyaanku, hanya menatapku dalam diam. Pikiran buruk pun segera bersliweran dalam benakku.  Apa ia akan setuju? Atau sekarang ia merasa di atas angin setelah penolakan berkali-kali dariku? Aku menunggu sembari harap-harap cemas. "Okay,"  jawabnya enteng. Aku terkesiap sebentar.  "O...okay?" Lelaki itu menggidikkan bahunya membuatku berna...

PPN (PURA PURA NIKAH) : PART 16

Allaahu  Akbar,  Allaahu  Akbar Allah Maha Besar, Allah Maha Besar Asyhadu   allaa   illaaha   illallaah Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah Sayup-sayup suara adzan terdengar di telingaku, membuat kedua mataku perlahan terbuka. Tak ayal, kesadaranku pelan tapi pasti menjalar ke seluruh tubuhku. Hayya ' alashshalaah Marilah  Sholat Hayya ' alalfalaah Marilah  menuju kepada  kejayaan Aku pun bangkit perlahan kemudian duduk di pinggiran tempat tidurku sembari meraih ponsel dari nakas di dekat ku dan melihat jam yang ada di layar. 04.22... Ash- shalaatu   khairum   minan - nauum Sholat itu lebih baik dari pada tidur Allaahu  Akbar,  Allaahu  Akbar Allah Maha Besar, Allah Maha Besar Laa   ilaaha   illallaah Tiada Tuhan selain Allah Kulafaskan do'a setelah adzan perlahan lalu mengusap wajahku setelahnya. Setelah cukup sadar untuk bergerak, akupun berjalan menuju kamar mandi untuk berwudhu dan mengganti ...